

A beautiful pearl ♥
Sabtu, 10 September 2011
I got this story from my mom , so i dunno who the owner of
this story , i hope he/she don't mind if i post this for u all my sweet readers
.. let ur tears fallin down sista ♥♥
Dimanakah aku akan menemukannya, sebuah mutiara di lautan
terdalam yang tertutup pasir kehidupan? Dimanakah aku akan mendapatkannya, mutiara
suci yang tak pernah tersentuh siapapun? Masih adakah dia untukku?’
“Ngelamunin apa sih bang?” aku menoleh ke belakang. Kudapati
Nabila sudah ada di sampingku.
“Nggak ngelamunin apa-apa kok dik!”
“Cerita donk bang? Masa sama Nabila nggak mau cerita.”
“Abang lagi mikirin seseorang yang akan dampingi abang,”aku
kembali menerawang langit pagi yang berwarna gelap. Hujan yang akhir-akhir ini
sering mengguyur bumi, membuatku ikut terlena olehnya.
“Abang udah dapat calon?” Nabila langsung duduk dihadapanku.
“Belum!”
“Yah abang, kirain udah dapat calon. Belum ada calonnya tapi
udah dibayangin segala,”kata Nabila protes.
“Abang bukan bayangin kecantikan atau fisiknya, dik. Tapi
abang takut nggak kebagian wanita shalihah.”
“Wanita kan banyak bang, kenapa harus wanita shalihah kan
susah nyarinya dijaman sekarang?”
“Susah karena mereka terjaga dengan baik, tersembunyi dengan
sempurna sebelum ada laki-laki yang mendatangi dan menghalalkannya. Memang adik
sendiri nggak mau menjadi shalihah?”
“Wanita mana yang nggak mau menjadi wanita shalihah tho
bang!”
“Justru itu berarti memang masih ada harapan bahwa wanita
shalihah itu ada, namun mereka bagaikan mutiara yang tersembunyi. Tinggal abang
saja bisa kebagian atau nggak.”
“Kenapa abang takut nggak kebagian? bukannya laki-laki yang
baik untuk wanita yang baik begitu pula sebaliknya. Kalau sampai mutiara
tersembunyi itu nggak abang dapatkan keberadaannya, berarti abang memang nggak
berhak untuknya atau bahkan abang nggak pantas mendapatkan mereka.”
Aku tertegun mendengarkan ucapan Nabila. Tepat sekali apa
yang dikatakannya, bukankah Allah menjanjinkan wanita shalihah untuk laki-laki
shalih. Kalau aku nggak mendapatkan wanita shalihah, berarti aku nggak shalih
donk.
“Bang, berarti tugas abang sekarang harus bisa menshalihkan
diri kalau mau mendapatkan wanita shalihah,”kata Nabila lagi.
“Kamu juga dik!”
Aku cengengesan melihat muka adikku cemberut, nasehatnya
berbalik untuk dirinya juga.
***
Kutelusuri jalanan panas dengan kakiku menuju halte bus,
menunggu bus ke tempatku mengajar menjadi rutinitasku setiap pagi.
Deg!
Seorang wanita cantik memakai jilbab berwarna merah muda,
duduk di pojok halte. Aku berdiri tak jauh darinya. Aku kembali meliriknya,
kemudian menatap ke depan. Lagi-lagi aku meliriknya, sepertinya dia curiga
bahwa ada yang mengintip dirinya dari sudut mataku.
Aku beristighfar sambil menggelengkan kepalaku, apa yang aku
lakukan? tak pantas aku meliriknya seperti itu, bukankah aku harus menjaga mata
ini. Masyaallah..mataku terasa berat berpaling darinya, pasti pemberatnya
adalah nafsuku yang dikendalikan syetan.
Aku bergegas menaiki bus yang telah kunanti. Tak bisa lepas
pikiran ini tertuju pada wanita berjilbab merah muda tadi.
Yaa Allah, jauhkan aku dari nafsu yang mampu menodai cinta
yang Kau anugrahkan padaku. Dia bukan milikku, tak pula aku miliknya. Bahkan
kita tak pernah sekalipun bertemu sebelum ini. Maka jauhkan dia dari kelopak
mata hatiku bila dia bukan jodohku.
***
“Dijodohin? sama siapa Ummi?”aku terkejut ketika ummi
tiba-tiba mengajakku untuk melihat wanita yang akan dijodohkan denganku.
“Cihuy, abang Fadhil mau dijodohin!” Nabila ikut mengompori
ummi.
“Udah ikut saja kamu, ndak usah banyak tanya-tanya. Nanti
bisa langsung tanya sama orangnya.”
***
“Subhanallah, dia kan…”
“Kenapa bang?”
“Abang pernah bertemu dengannya di halte bus beberapa hari
yang lalu.”
Aku melihat wanita berjilbab merah muda itu berdiri
dihadapanku, sedang meletakkan minuman di meja untuk suguhan kami.
“Nah yang ini namanya Maya, dia adiknya Aisyah yang nanti
jadi calonnya nak Fadhil kalau memang ‘jadi’ “kata umminya Maya.
Agak kecewa hatiku ketika tahu Maya bukan jodohku, padahal
waktu pertama kali bertemu dengannya aku jatuh cinta padanya. Namun kuazzam kan
kembali diriku, Allah telah mengatur skenarionya dan pasti sempurna. Aku yakin
itu.
Seorang wanita keluar dari sebuah ruangan, dengan anggun
berjalan perlahan menuju tempat orang tuanya duduk. Aku dengan cepat
menundukkan pandanganku.
“Ini yang namanya Aisyah, nak Fadhil”
Aku mengangkat kepalaku untuk melihat Aisyah.
Subhanallah..wanita yang sangat cantik dengan jilbab hijau yang membalut
auratnya, kuakui kecantikannya melebihi adikknya. Inikah mutiara yang Allah
sembunyikan, dan aku lah yang Allah pilih untuk menemukannya.
Ternyata janji-Mu adalah Pasti, yaa Robb. Kujaga
pandanganku, kujaga hatiku, kujaga hawa nafsuku dengan syariat-Mu. Dan kini Kau
berikan ganti dari kepayahanku dengan mutiara terindah. Mutiara yang Kau
sembunyikan untukku, wanita shalihah yang selama ini kudambakan. Kini telah
menjadi istriku.
Label: Have u ever heard 5:50 PM |